Universitas Nias Raya, 16 -17 April 2026 sukses melaksanakan Pelatihan Jurnalistik Batch V, dimana ini merupakan tahapan dalam rangkaian seleksi jurnalis kampus. Acara yang berlangsung selama dua hari ini dilaksanakan di ruang sidang-A FKIP dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III (Dr.Rebecca Evelyn Laiya, MRE).
Pelatihan ini bukan sekadar ajang pemberian materi, melainkan bagian dari proses rekrutmen. Dari seluruh peserta yang hadir, nantinya akan diseleksi menjadi 12 besar, sebelum akhirnya dipilih 6 orang sebagai jurnalis kampus tahap V.
Pada hari pertama Narasumber memberikan materi tentang bagaimana desain yang baik dan Integritas kode etik sebagai jurnalis. Dahlan Miradana Zebua, S.Sos., merupakan Narasumber eksternal dimana beliau ini juga sebagai ketua tim konten media baru RRI Gunungsitoli. Ia mengawali hari pertama dengan materi fotografi jurnalistik. Beliau menekankan bahwa kekuatan seorang jurnalis terletak pada kemampuannya mengambil foto yang bisa “berbicara” sendiri. Foto yang sukses adalah foto yang mampu membuat publik paham akan konteks peristiwa tanpa harus membaca detail beritanya terlebih dahulu.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa teknik visual yang hebat tidak ada artinya tanpa etika. “Sebagai jurnalis, kita tidak boleh melupakan kode etik. Itu adalah harga mati dalam menjaga integritas profesi,” tegasnya.
Memasuki hari kedua, suasana semakin intens dengan narasumber dari Universitas Nias Raya yakni Bapak Bimerdin Daely, S.Pd.,M.Pd., yang merupakan Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Materi yang beliau berikan berfokus pada aspek teknis penulisan berita. Peserta dibekali pemahaman mengenai kesalahan-kesalahan umum dalam penulisan, kata-kata yang pantas digunakan, hingga penggunaan bahasa yang sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Beliau juga memaparkan secara detail poin-poin yang perlu direvisi dalam sebuah draf berita agar informasi yang disampaikan tidak hanya akurat, tetapi juga nyaman dibaca dan profesional.
Dalam penyampaian materi, narasumber memberikan tugas khusus melalui panitia yang menjadi instrumen penilaian utama.
Tugas ini menjadi salah satu penilaian bagi para peserta. Kualitas hasil pengerjaan tugas tersebut akan dinilai secara objektif oleh tim penilai untuk menentukan siapa saja yang layak masuk 12 besar. “Kami ingin melihat sejauh mana peserta mampu menyerap materi visual dari hari pertama dan materi penulisan pada hari kedua, lalu menuangkannya dalam tugas yang diberikan,” ujar salah satu dosen pendamping.
Dengan berakhirnya pelatihan jurnalistik batch V ini, seluruh peserta kini berkompetisi agar dapat terpilih menjadi jurnalis kampus. (Jurnalis Batch IV).
Dokumentasi:


